Para Ulama’ berbeda pendapat menafsirkan ayat
Qotadah dan As-Suddiy mengatakan: “yang dimaksuda
kerusakan adalah Syirik, dan itu merupakan kerusakan yang paling besar”
Ibnu Abbas, ‘Ikrimah dan Mujahid mengatakan: “yang di
maksud kerusakan di daratan yaitu seseorang membunuh saudaranya (saling
membunuh diantara mereka), sedangkan kerusakan yang berada di lautan adalah mereka yang membawa kapal-kapal (mencari
hasil laut) dengan paksa”.
Ada yang mengatakan kerusakan di sini adalah kekeringan
dan sedikitnya tumbuh-tumbuhan dan kurangnya keberkahan. Ibnu Abbas mengatakan:
“kurangnya keberkahan dikarenakan perbuatan manusia agar mereka bertaubat”
An-Nuhhas berkata: “kerusakan yang ada di laut maksudnya
yaitu kurangnya hewan buruan (ikan dan sejenisnya) dikarenakan dosa manusia”, “
Dan firman Allah ﰇ
ﰈ
ﰉ Allah menghendaki agar
mereka
merasakan sebahagian dari
(akibat) perbuatan mereka, Ath Thobari mengatakan:
“Allah memberikan musibah kepada manusia sebagai akibat dari
perbuatan-perbuatan mereka yang telah mereka lakukan, dan karena
kemaksiatan-kemaksiatan yang telah
mereka lakukan
dengan tujuan (
) Agar mereka kembali (ke jalan yang benar) dan agar mereka kembali bertaubat dan
meninggalkan maksiat”
sesungguhnya Allah SWT
sudah memberikan semua yang ada di bumi hanya untuk manusia, dan marilah kita
renungkan bersama Allah SWT sudah memberikan kepada kita yang terbaik, tidak
pernak dan mustahil Allah memberikan sesuatu yang buruk bagi kita, hanya saja
kita sebagai manusia kurang pandai bersyukur, yaitu dengan menjaga apa yang
sudah di amanahkan kepada kita.
Sebagaimana firman Allah
SWT di dalam Al Qur’an bahwasannya bumi beserta isinya adalah amanah buat manusia
agar mereka dapat menjaganya yaitu sebagai KHOLIFAH di muka bumi. Maka apakah
kita sudah siap untuk mempertanggungjawabkan amanah tersebut??? Sedangkan kita
sudah melihat bumi kita tercinta sekarang sudah banyak kerusakan dimana-mana
dikarenakan ulah manusia?? Bahkan termasuk kita??!!
Inilah satu hal disamping
hal-hal yang lain yang harus kita berikan perhatian lebih tentang firman Allah
SWT di surat Ibrahim ayat 3:
“dan (ingatlah juga),
tatkala Tuhanmu mengatakan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami
akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka
Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Q.S: Ibrahim: 7).
Sekiranya cukup bagi kita
dengan satu ayat ini sebagai renungan, kenapa negeri kita banya permasalahan
yang tidak kunjung selesei, banyak musibah dimana-mana, keberkahan waktu, ilmu,
tenaga bahkan harta seakan hilang dan msih banyak sekali masalah-masalah negeri
ini, itu semua tidak luput dari pribadi kita masing-masing sejauh mana
ketergantungan kita dengan Allah SWT, semakin kita menjauh dariNya dan takabur
maka semakin buruklah kita dan sebaliknya semakin kita terus berusaha untuk
selalu bersamaNya dan bersyukur maka janji Allah SWT adalah pasti.
Saudaraku... marilah kita
benahi diri kita masing mulai dari SEKARANG, jangan sampai kita tunda-tunda
lagi, kita tidak tau kapan tamu Allah yang akan menjemput kita kembali ke
hadiratNya. Ya Robb ampunilah dosa-dosa kami, dosa-dosa para memimpin dan
rakyat ini khususnya Indonesia, jadikan semua musibah ini sebagai ujian untuk
selalu meningkatkan derajat kami di sisiMu ya Robb..
Mari kita jaga amanah
Allah dengan menjaga bumi... ingat kita semua KHOLIFAH di muka bumi...
Wallahu a’lam bish-showab
(setytik)
Sumber: Tafsir Al
Qurtubiy dan Ath-Thobari


